Laporan ini disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memastikan pemanfaatan anggaran dilakukan secara tepat sasaran, efektif, dan akuntabel dalam mendukung operasional sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta layanan pendidikan bagi peserta didik.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jatinom menyampaikan bahwa publikasi laporan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Sekolah berupaya mengelola dana BOSP secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Melalui laporan ini, masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai pemanfaatan dana BOSP dalam mendukung berbagai program dan kegiatan sekolah sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berperan dalam penyusunan laporan ini. Diharapkan laporan tersebut dapat menjadi referensi dalam upaya peningkatan tata kelola keuangan sekolah ke depan.

Sebanyak 260 siswa baru mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan penuh antusias. MPLS dirancang sebagai sarana awal bagi peserta didik untuk mengenal budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, serta lingkungan fisik sekolah. Sementara itu, FORTASI yang merupakan kegiatan khas dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), berfokus pada penanaman nilai-nilai keislaman, penguatan karakter pelajar Muhammadiyah, serta pengenalan terhadap organisasi siswa seperti OSIS atau IPM.
Kegiatan ini berlangsung secara dinamis dengan berbagai metode menarik seperti game edukatif, ceramah interaktif, sesi motivasi, serta diskusi nilai-nilai keislaman. Para siswa juga dibekali pemahaman tentang pentingnya adab dalam belajar, semangat kolaborasi, dan penguatan akhlak mulia.
Dalam sambutannya, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd. selaku perwakilan pimpinan menyampaikan harapannya:
“MPLS dan FORTASI ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan, tapi juga menjadi momen pembentukan jati diri siswa sebagai pelajar yang unggul, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Kami berharap siswa-siswi baru mampu beradaptasi dengan baik, serta aktif dalam kegiatan keorganisasian yang positif dan Islami.”
Kegiatan ini juga menjadi wadah pertama bagi peserta didik baru untuk merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Jatinom. Dengan semangat fastabiqul khairat, sekolah berharap siswa baru mampu menjadi generasi yang mandiri, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penyusunan laporan ini dilakukan secara cermat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, guna memastikan bahwa setiap alokasi dana digunakan secara efektif, efisien, dan transparan untuk mendukung kegiatan operasional sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jatinom menyampaikan bahwa laporan ini juga merupakan wujud komitmen sekolah dalam menjalankan prinsip akuntabilitas publik. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar pengelolaan dana BOSP dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, tentang bagaimana dana BOSP dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sekolah selama tahap 1 tahun 2025.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam penyusunan laporan ini, mulai dari perencanaan hingga pelaporan akhir. Semoga laporan ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam peningkatan tata kelola keuangan sekolah di masa mendatang.

Sebanyak 299 siswa kelas X mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusiasme. Ujian ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi dalam gerakan kepanduan Hizbul Wathan, yang tidak hanya menekankan aspek keterampilan teknis, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur sekolah, di antaranya DKR HW, TIM PMR, Pembina Hizbul Wathan, serta Bapak/Ibu Guru Panitia yang turut andil dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Bapak Mufid Hajiri, S.Pd., selaku pembina sekaligus perwakilan pimpinan sekolah, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini:
“Melalui Ujian Kenaikan Tingkat ini, diharapkan para peserta tidak hanya mampu menunjukkan peningkatan secara keterampilan dan pengetahuan, namun juga memiliki semangat keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial yang lebih tinggi sebagai kader Hizbul Wathan yang siap berkontribusi untuk umat dan bangsa.”
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 1 Jatinom terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan melalui pembinaan karakter, spiritualitas, dan kecakapan hidup yang holistik.
Sebanyak 286 siswa dari semua jurusan hadir dalam kegiatan ini, didampingi oleh Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka selama tiga tahun terakhir. Suasana berlangsung khidmat dan penuh makna, dimulai dengan sambutan dari pihak sekolah dan perwakilan siswa, serta diisi dengan berbagai penampilan seni dari siswa kelas X dan XI.
Dalam sambutannya, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd., menyampaikan pesan dan harapan bagi para lulusan.
“Semoga para lulusan SMK Muhammadiyah 1 Jatinom dapat menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, dan mandiri. Teruslah berkarya dan membawa nama baik almamater di manapun berada,” tuturnya.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan apresiasi atas pencapaian para siswa serta melepas mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, baik ke dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun dunia wirausaha.
Acara ini juga menjadi momentum refleksi dan kebersamaan terakhir sebelum para siswa melangkah ke fase baru dalam kehidupan mereka. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Jatinom dapat menjadi bekal yang bermanfaat di masa depan.
Upacara yang digelar pada Jumat pagi ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme di lingkungan pendidikan.
Dalam amanatnya, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd., selaku pembina upacara, menyampaikan harapan agar seluruh peserta didik dan tenaga pendidik terus menjaga semangat belajar, mengajar, dan berkarya demi kemajuan bangsa.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga semangat belajar, mengajar, dan berkarya demi masa depan yang lebih baik. Semoga seluruh warga sekolah menjadikan momen ini sebagai penyemangat untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi bangsa,” ujar beliau dalam pidatonya.
Dengan diadakannya kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 1 Jatinom menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan cinta tanah air.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa tentang perilaku bullying, baik dari segi bentuk, penyebab, maupun dampaknya—baik bagi pelaku maupun korban. Selain itu, melalui edukasi ini, sekolah berharap dapat membangun kesadaran bersama untuk menjaga suasana belajar yang kondusif, saling menghargai, dan bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Bapak/Ibu Guru dan Guru BK/BP turut terlibat aktif dalam memberikan materi, bimbingan, serta membangun diskusi yang terbuka bersama siswa.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jatinom, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd., menyampaikan pentingnya peran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara emosional dan sosial.
“Bullying adalah masalah serius yang harus dicegah sejak dini. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan berkembang. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa lebih sadar bahwa menghargai teman adalah bagian penting dari karakter yang mulia,” tutur beliau dalam sambutannya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, sekolah berharap siswa semakin memiliki kesadaran untuk menjalin pertemanan yang positif, menjauhi kekerasan, dan menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.
]]>Ujian Sekolah merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian standar kompetensi lulusan. Melalui kegiatan ini, kemampuan akademik siswa diuji sebagai bagian dari penilaian akhir dalam proses pendidikan menengah kejuruan.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Jatinom, Bapak Mufid Hajiri, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajar terbaik mereka.
“Ujian Sekolah bukan hanya bentuk evaluasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kami berharap seluruh siswa dapat mengikuti ujian ini dengan jujur dan sungguh-sungguh,” ujar beliau.
Pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tertib, dengan dukungan penuh dari seluruh guru, panitia, serta warga sekolah. Semangat siswa dalam menghadapi ujian menjadi bukti kesiapan mereka untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Semoga hasil yang diperoleh menjadi awal yang baik dalam menggapai cita-cita serta menjadi kebanggaan bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Kegiatan UKK bertujuan untuk mengukur kompetensi teknis dan keahlian yang dimiliki siswa sesuai dengan jurusan masing-masing, sementara UPA menjadi sarana evaluasi dalam hal penguasaan dan penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya praktik ibadah.
Seluruh guru produktif dari masing-masing jurusan turut berperan aktif dalam pelaksanaan UKK, sedangkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) membimbing dan mengevaluasi jalannya UPA. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Jatinom dengan suasana yang tertib dan penuh semangat.
Bapak Mufid Hajiri, S.Pd, selaku perwakilan pimpinan sekolah, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap kegiatan ini. “UKK dan UPA bukan sekadar ujian akhir, tetapi juga merupakan cerminan dari proses pembelajaran yang telah ditempuh oleh siswa selama tiga tahun. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam keahlian, namun juga berakhlak mulia dan mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Muhammadiyah 1 Jatinom dapat lulus dengan membawa bekal keahlian dan spiritualitas yang kuat, sehingga siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.